Saturday , 23 June 2018
Home / Keluar Sebentar / Gentala Arasy di Siang Hari

Gentala Arasy di Siang Hari

Minggu adalah hari libur untuk sebagian besar penduduk Indonesia, tidak terkecuali untuk Saya pribad. oleh karena itu, Saya harus memanfaatkan hari libur ini dengan sebaik-baiknya.. ya iya dooong… Bayangin aja, dalam enam hari bekerja, kita diberi waktu satu hari untuk tidak bekerja, setelah hari minggu berlalu, kita akan bertemu dengan hari senin lagi.. huft… Dari hari Senin ke hari Minggu memakan waktu 6 hari, tapi dari hari Minggu ke hari Senin Cuma 1 hari…😂 huft,, Tapi kita harus tetap bersyukur atas pekerjaan apapun yang Allah percayakan untuk kita 😊😊😊

Pada kesampatan dihari minggu ini, Saya bersama adik Saya, sebut saja namanya Dalis pergi mengunjungi tempat wisata baru yang ada dikota Jambi, yakni Jembatan dan Menara Gentala Arasy 😊. Tempat wisata ini terbilang baru disini dan selalu dibanjiri penggunjung setiap harinya. Jembatan ini terbilang unik lho pemirsah😊, bagaimana tidak, jembatan ini menyeberangi sungai terpanjang dipulau Sumatera yakni sungai Batanghari, di topang oleh dua buah tiang besar dan lintasan jembatan ini tidaklah lurus, melainkan berliku. Penasaran? Yuk kita lihat hasil jepretan Saya…😊📸📸

gentala-arasy-02

Foto ini Saya ambil ketika Saya sedang bersantai disebuah warung dipinggir sungai sebelum  pada akhirnya Saya dan Dalis menyeberangi sungai melewati jembatan ini.😊 Dipinggiran sungai sangat banyak sekali warung kecil yang menjajakan makanan, dari jangung bakar sampai sate padang.😊

Selanjutnya kami mulai berjalan untuk menuju jembatan Gentala Arasy ini, dan ini dia gerbang utama untuk melintasi jembatan yang menyeberangi sungai Batanghari. Jembatan ini menghubungkan antara Kota Jambi dengan Jaluko atau sebutan khusus untuk daerah Jambi Luar Kota.

gentala-arasy-07

Siang itu matahari sangat panas sekali, membuat jembatan ini tidak beberapa orang saja yang mengunjunginya. Biasanya sih kalau udah sore mulai banyak yang dating terutama untuk melihat indahnya pemandangan matahari terbenam atau kata orang sih namanya sunset.

gentala-arasy-01

Perahu masih menjadi sarana transportasi penyeberangan
gentala-arasy-05
Ini dia dua buah tiang besar yang menyanggah jembatan panjang ini, dengan banyaknya kawat super gede yang menahan beratnya jembatan ini. Sayangnya Saya gak sempat menghitung berapa banyaknya kawat ini, yang jelas buanyak sekali…

 

gentala-arasy-06
Ini dia menara Gentala Arasy yang menjadi icon baru Kota Jambi… Diatas puncaknya terdapat jam besar, dan dibawahnya terdapat museum yang katanya menyimpan data-data sejarah Kota Jambi. Sayangnya waktu Saya kesana, museumnya tutup.. huft sedih banget…

 

gentala-arasy-03
Ini dia pintu masuk sebuah museum yang terdapat di Menara Gentala Arasy

 

Disekitar Menara Gentala Arasy terdapat taman yang luas dan nyaman untuk bersantai bersama keluarga dan sahabat
Disekitar Menara Gentala Arasy terdapat taman yang luas dan nyaman untuk bersantai bersama keluarga dan sahabat

Setelah berkeliling disekitar Menara Gentala Arasy, Saya dan Dalis kembali keseberang, tapi tidak dengan berjalan kaki. Disini juga disediakan alat trasnfortasi air yakni berupa perahu kecil dengan biaya yang ramah di kantong yakni Rp. 3.000 per orang. Disini Saya mengambil gambar dengan pemandangan dibawah jembatan Gentala Arasy ini.

gentala-arasy-08

Nah… ini dia pemandangan yang ditunggu-tunggu oleh pengunjung Jembatan Gentala Arasy, yakni indahnya langit disenja hari sambil menyaksikan matahari terbenam. Sayangnya awan yang tebal membuat matahari pada sore itu tidak menampakkan diri, tapi setidaknya langit sore itu sangat indah.

gentala-arasy-09

Gimana? Seru kan…
Kalo mampir keJambi jangan lupa berkunjung ke tempat wisata ini yaa… atau kalau gak tau, tinggal calling Saya aja, biar kita bisa jalan bareng hihihi…

Sampai disini dulu cerita Saya tentang tempat wisata di Kota Jambi. Masih banyak tempat seru lainnya yang belum Saya kunjungi, pastinya nanti akan Saya posting di blog ini :Smile:

Happy Blogging

About RahmanBatopie, M.gs

Menyadari bahwa hidup ini adalah sebuah perjalanan, membuatku berfikir apakah yang ku miliki saat ini sudah cukup untuk ku bawa hingga tiba di akhir dari perjalanan yang aku sendiri pun tak tau kapan aku berhenti melangkah.

One comment

  1. Benar-benar seperti masterpiece,
    Semoga mampu memelihara optimisme,
    Salam santun….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: