Sunday , 18 November 2018
Home / Keluar Sebentar / Gunung Tujuh dan Danau Kaca Kerinci

Gunung Tujuh dan Danau Kaca Kerinci

Saya akan menceritakan pengalaman menarik saya saat masih menjadi anggota disebuah Organisasi yang bergerak di bidang sosial. Pengalaman ini gak akan saya lupakan,karena ini pertama kalinya saya melakukan kegiatan ini,semoga saja nanti bisa mengulang kegiatan seperti ini dengan lokasi yang lebih extrime lagi.

Sesuai dengan judul diatas, kegiatan yang saya maksud adalah mendaki gunung. Sebenarnya ini bukan rakreasi,camping,ataupun kegiatan yang berhubungan dengan hiburan lainnya. Melainkan ini adalah tahapan pendidikan yang diberikan oleh senior kami guna memenuhi persyaratan untuk menjadi Anggota tetap Organisasi. Kami yang pada saat itu berjumlah 12 orang akan menjalani pendidikan dasar (DIKSAR) di gunung Tujuh – Kerinci, gunung yang terkenal memiliki danau pada bagian puncaknya. Sebelum mendaki gunung, kami bermalam di kaki gunung lebih tepatnya kami mendirikan tenda untuk 4 hari, Sebenarnya bukan tenda seperti pada umumnya, tapi disini kami menggunakan terpal ukuran 4×6 meter. Sore itu dengan kreatifitas dan sedikit memutar otak bersama-sama untuk memikirkan bagaimana caranya dengan ukuran terpal 4×6 meter bisa menampung anggota 12 orang. Sebenarnya ini mustahil, untuk menyimpan tas keril saja sudah memakan banyak tempat, apalagi kami beristirahat didalamnya. Dengan udara yang begitu dingin dan mataharipun sudah tidak menampakan dirinya, kami masih memikirkan bagaimana caranya agar kami bisa beristirahat pada malam itu. Udaranya sangat dingin, bayangin aja waktu kami berbicara bisa mengeluarkan uap yang tebal dari setiap hembusan nafas kami,dan ketika Saya ingin memasak mie instan, bumbu minyaknya sudah dalam keadaan beku.. brrrrrrrr dingin banget apalagi pada malam hari.

Suka dan duka kami lalui bersama-sama, satu persatu dari kami sakit secara bergantian Dari peristiwa itulah kami bisa saling mempererat tali persaudaraan kami, dan kami bisa mengenal satu sama lain.

Tibalah saat yang ditunggu-tunggu,pagi itu kami bergegas mempersiapkan segala hal yang diperlukan untuk keperluan kami selama diperjalanan mendaki gunung Tujuh. Sebelum kami berangkat, ada salah satu dari anggota yang sedang sakit dan tidak menyanggupi diri untuk bergabung bersama kami mendaki gunung. Namun kami tidak membiarkan hal itu terjadi. Kami memberikan semangat kepadanya agar dia mengurungkan niatnya. Dan akhirnya kami berhasil merubah niatnya itu walaupun dengan sulit untuk memperngaruhi pikirannya.

Sekitar jam 09:00 WIB kami memulai pendakian dengan berbekal seadanya. Perjalanan menuju puncak menghabiskan waktu sekitar 3-4 jam. Lelahnya bukan main, mendaki gunung yang lumayan terjal dan cuaca yang sangat dingin, namun itu semua terobati ketika kami tiba dipuncak dan menemukan sebuah danau yang indah disana, Danau yang begitu dingin dan jernih. Kami segera beristirahat dan menghirup udara yang sangat segar. Saya dan teman-teman memberanikan diri untuk berenang di danau itu,baru mencelupkan jempol kaki saja saya langsung berubah fikiran,lebih baik berjemur dibawah sinar mentari saja hihihi Β πŸ˜›

berikut photo yang dapat kami ambil saat kegiatan mendaki gunung ini.

Perjalanan dari garis start menuju perkemahan yang menghabiskan waktu 1,5 jam.saya ada di urutan No 2
Inilah tenda yang kami buat sebisa kami, berantakan ya
Kami sedang makan seadanya saja.ini 3 dari 5 orang laki-laki dan saya yang mengenakan kalung merah
Saat diberi pengaraahan kepada kami,karena kami akan ditinggalkan di hutan lepas bertujuan untuk melaukuan simulasi penyelamatan dengan bermodalkan kompas, Hate dan ilmu yang kami punya, dan saya berperan sebagai kompas-man
Melakukan aksi penyelamatan setelah menemukan korban (simulasi)
Makan siang bersama,dengan sedikit nasi dicampur mie rebus. . .
disela-sela perjalanan mendaki kami berfoto-foto . . .
Tiba dipuncak gunung kami mengebadikan moment ini
Meskipun badan terasa letih dan kedinginan karena udara dipegunungan tapi kami tetap bersemangat
Tiba dipuncak gunung kami mengabadikan foto ini.
Ini danau yang tadi saya ceritakan
Perjalanan hidup yang menyenangkan

Sabtu,13 Oktober 2012

 

Lanjut Cerita >>>

About RahmanBatopie, M.gs

Menyadari bahwa hidup ini adalah sebuah perjalanan, membuatku berfikir apakah yang ku miliki saat ini sudah cukup untuk ku bawa hingga tiba di akhir dari perjalanan yang aku sendiri pun tak tau kapan aku berhenti melangkah.

15 comments

  1. seru sekali ya pengalaman hiking gini mas.

  2. Hmm dinginnya, sampai minyak pun jadi beku πŸ™
    Semoga di lain kesempatan, fisiknya lebih fit lagi biar nggak pakai sakit :))

  3. Kalo rame2an gini seru banget ya mas.
    Capek iya tapi menyenangkan juga iya πŸ˜€
    Jadi pengen hiking juga nih πŸ˜€

  4. Perjalanan yang indah ya teman….
    Semoga kenangan itu mampu bertahan dalam zona positif…
    Salam santun….

  5. Danau di puncak itu keren banget mas,
    Turun ke bawah gunung spotnya juga masih aduhai.

  6. Assalaamu’alaikum wr.wb, Rahman Batopie…

    Selamat menjalani ibadah puasa dan mudahan diganjari Allah dengan rahmat atas amalan yang dilakukan.
    Aktiviti hiking selalu menjadi kenangan indah apabila sudah melaluinya. Segala lelah menjadi ingatan di masa depan. tentunya banyak pengalaman yang ditempuh dan pastinya menimbulkan lagi keinginan untuk terus berjalan ke lokasi yang lain pula.

    Salam Ramadan dari Sarikei, Sarawak.

    • Wa’alaikumsalam . . .
      Aamiin.. Terimakasih atas do’a kak Siti yg sangat indah..

      Selamat menjalankan ibadah puasa ramadhan ya kak.. Semoga berkah semua yg kakak kerjakan 😊…

      Salam juga dari Jambi..
      By the way, Sarikei itu masuk Malaysia ya kak?

  7. ikuttt

  8. Aku kangen masa-masa mahasiswa kayak gini. Masa-masa hidup berkelompok ke mana-mana. Ini diksar buat masuk mapala kampusmu kan? ehehe.

    Salam kenal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: