Thursday , 16 August 2018
Home / Keluar Sebentar / Kalimantan / Main-main ke Tugu Khatulistiwa dan Rumah Radakng Pontianak

Main-main ke Tugu Khatulistiwa dan Rumah Radakng Pontianak

Pontianak, Februari 2017 – Ini adalah pengalaman Saya tahun lalu disaat Saya masih tinggal di Kalimantan. Setelah mengikuti Festival kuliner dan Pencapaian Rekor Muri, Saya mengajak teman-teman yang memang mereka berdomisili di Pontianak untuk mengunjungi Tugu Khatulistiwa yang letaknya tidak begitu jauh dari lokasi kami tinggal. Setelah meminta izin kepada Bunda (Induk Semang), Saya beserta 3 orang lainnya langsung meluncur ke TKP.

Nah.. Setiba disana, Saya sangat terkagum-kagum melihat apa yang selama ini Saya bayangkan dan Saya dengar dari orang-orang tentang Tugu Khatulistiwa, sekarang Saya melihatnya sendiri. Saya sangat excited bisa mengunjungi Monumen yang hanya ada satu di Indonesia. Hmm… Kabarnya ada juga lokasi lain di Timurnya Indonesia yang membuat Monumen Khatulistiwa juga. Tapi umumnya Tugu Khatulistiwa dikenal terletak di Pontianak.

Pontianak termasuk salah satu kota yang dilalui oleh garis Khatulisiwa, sehingga menjadikan Kota pontianak termasuk kedalam kota dengan suhu terpanas di Indonesia. Bagi Saya pribadi sih sama aja.. Karena Saya sudah terbiasa tinggal di lokasi dengan suhu yang panas. Mungkin Saya harus mengunjungi lokasi lain yang dikenal memiliki suhu yang dingin seperti kota-kota di pulau Jawa. hihihi Semoga terwujud…

Singkat cerita, langsung saja Saya dan teman-teman memasuki lokasi wisata ini yang kebetulan sedang sepi pengunjung..
Melihat ornamen-ornamen disana, kami hanya bisa menerka-nerka menggunakan logika dangkal kami hihi karena kami tidak didampingi oleh pemandu wisata.

Pada papan pemberitahuan, disana tertulis bahwa Tugu Khatulistiwa ini didirikan pada tahun 1928 M oleh belanda. Dan tertulis juga sebuah peringatan yang menghimbau agar kita sama-sama menjaga dan tidak merusak lingkungan sekitar.

Selanjutnya ucapan selamat datang dari Dinas Pariwisata kepada pengunjung, dan disebutkan bahwa Monumen ini bisa dikunjungi setiap hari 07.30 sampai 16.30 WIB.

Nah… ini dia penampakan Tugu Khatulistiwa dari jarak dekat.
Tidak bisa tergambarkan betapa senangnya Saya bisa melihatnya dari jarang dan dekan dan real.

Selfie pertama Saya.. Hmm.. Tolong abaikan pipi itu 🤭

Selanjutnya, Saya masuk kedalam Momument yang tepat dibawah Tugu Khatulisitwa tersebut.
Ternyata pendamping wisatanya ada didalam ruangan ini. Dia menggunakan alat pengeras suara untuk memberikan informasi dan sejarah bedirinya Tugu Khatulisiwa ini.

Nah, disini Saya bingung nih . . . Ketika masuk ke dalam ruangan, Saya dihadapkan dengan Tugu dan bentuknya sama seperti Tugu Khatulistiwa yang berada di atas ruangan ini. Hanya saja ukurannya lebih kecil.
Karena Saya tidak didampingi oleh pembimbing, Saya hanya bisa menerka-nerka saja. Apakah Tugu khatulisiwa yang sebenarnya adalah yang berada diruangan ini, atau ini hanyalah bentuk miniatur dari Tugu Khatulistiwa?

Sebenernya sudah dijelasin oleh pembimbing wisata apa arti titik ini, yang berada dilantai tepat dibawah Tugu Khatulistiwa. Hanya saja Saya sudah lupa hehe . . . Mungkin Sobat semua yang pernah mengunjungi bisa membatu Saya hihihi
Kalau tidak salah, titik ini adalah titik yang dilalui garis Khatulistiwa. Jadi, ketika kita berdiri diatasnya, artinya kita berdiri di atas garis yang membagi Bumi menjadi 2 bagian. Wow . . .

Seperti Museum pada umumnya, disini juga ada keterangan-keterangan atau sejarah terbentuknya Monumen ini. Pengunjung juga bisa membaca dan mempelajari ilmu astronomi disini.

Disini juga menjual pernak pernik oleh-oleh yang mungkin bisa kita beli hehe.. Soalnya Saya gak tanya waktu itu, apakah ini dijual atau tidak hihihi

Keluar dari ruangan tersebut, Saya menemukan tempat ini. Karena tidak ada yang mendapingi kami pada waktu itu, dan teman-teman juga gak tau apa dan untuk apa tempat ini di buat hehe.. Maaf ya Sobat, Saya belum bisa menjelaskan lebih lanjut. Karena memang kunjungan Saya ini tujuannya untuk memecahkan rasa penasaran Saya. Kalo Sobat tau apa kegunaan tempat ini, beritahu Saya di kolom komentar yaa…

Inilah perjalanan singkat Saya dan teman-teman saat mengunjungi Tugu Khatulistiwa. Sebelum kami kembali, Kami mengambil gambar terakhir.

Sebenarnya kami berempat orang, hanya saja satu lagi gak bisa masuk dalam gambar.. Ya iya lah, kan dia megang kamera hihihi

Selamat tinggal Tugu Khatulistiwa.. Dilain kesempatan InsyaAllah Saya ingin mengunjunginya lagi.

Halaman Selanjutnya

About RahmanBatopie, M.gs

Menyadari bahwa hidup ini adalah sebuah perjalanan, membuatku berfikir apakah yang ku miliki saat ini sudah cukup untuk ku bawa hingga tiba di akhir dari perjalanan yang aku sendiri pun tak tau kapan aku berhenti melangkah.

5 comments

  1. Wah asyik bgt bang, pengen ksna jg

    • RahmanBatopie, M.gs

      Waduuuh . . . Senengnya Blog Saya yang masih Baru ini dikunjungi Sama Bang Joe hehe . . .
      Terimakasih atas kunjungannya Bang Joe

  2. Tugu yang lumayan keren ya….
    Semoga aja itu bisa tetap ada dan terawat dengan seksama….
    Salam….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: