Saturday , 23 June 2018
Home / Keluar Sebentar / Kalimantan / Masjid Agung Oesman Al-Khair, Icon Baru Kabupaten Kayong Utara

Masjid Agung Oesman Al-Khair, Icon Baru Kabupaten Kayong Utara

Suka Dana, Oktober 2016 – Masih di Kayong Utara, sebuah kabupaten yang jauh dari ibu kota dengan masyarakatnya yang ramah.
Pada momen yang sama saat peresmian destinasi wisata baru yakni Pantai Pulau Datok, akan diresmikan pula sebuah masjid yang sangat megah dibangun diatas permukaan air laut dengan sistem panggung. Lokasi masjid ini sekitar belasan kilo meter dari lokasi wisata Pantai Pulau Datok.

Baca : Peresmian Destinasi Wisata Baru, Pantai Pulau Datok

Ditengah kesibukan Saya dalam memeriahkan event peresmian Pantai Pulau Datok, diwaktu-waktu senggang Saya menpatkan untuk berkunjung ke masjid Oesman Al-khair ini. Dengan menggunakan sepeda motor yang Saya pinjem dari temen, Saya curi-curi waktu untuk mengunjungi masjid ini, sebelum nantinya Pak Presiden yang meresmikannya nanti. Dengan jarak yang memakan waktu sekitar 20 menit, Saya bisa menikmati keindahan masjid ini.

Masjid dengan halaman depan yang sangat luas dan megah ini membuat Saya bingung, “mau di parkir dimana ya motor ini?” hihihi
Dihari pertama tiba di Kecamatan Sukadana ini, Kami sempat melewati masjid ini. Dimana pada waktu itu masih dalam tahan finishing dan belum dibuka untuk umum. Pertama Saya melihat masjid ini dari kejauhan, hati Saya berkata “Masjid ini harus aku kunjungi nanti”.

Dengan kubah yang besar dan dikelilingi empat buah menara disetiap sudut masjid ini, membuat Saya teringat kan salah satu keajaiban dunia, yakni Taj Mahal yang berada di India. Hanya saja tidak memiliki kolam didepan layaknya Taj Mahal yang sebenarnya. Berbeda dengan masjid Agung Pekanbaru yang juga menyerupai Taj Mahal dan memiliki kolam didepannya.

Ini adalah jepretan pertama Saya sebelum sempat untuk mengunjungi lebih dekat

Karena belum dibuka untuk umum, di pertemuan pertama Saya dengan masjid ini hanya foto diatas yang bisa Saya abadikan.
Terlihat masih ada pengerjaan bagunan dibagian menara dan halaman masjid ini. Tamanan untuk bagian taman aja belum dipasang pada bagian halaman masjid ini. Berbeda setelah jadi dan siap untuk dikunjungi dan dibuka untuk umum nanti.

Masjid ini dibangun oleh Bapak Oesman Sapta Odang, seorang pengusaha dan politisi Indonesia. Ia pernah menjabat sebagai wakil ketua MPR RI periode 1999-2004 dan terpilih kembali sebagai wakil ketua lembaga tinggi negara tersebut dari kelompok DPD-RI untuk periode 2014-2019. Dalam Sidang Paripurna DPD-RI 4 April 2017, Ia terpilih secara aklamasi sebagai Ketua DPD RI. Begitulah profil beliau yang Saya kutip dari Wikipedia hihihi…

Konon kabarnya, Oesman Sapta yang memang kelahiran Sukadana ini sengaja membangun masjid Oesman Al-khair karena janji beliau jika beliau disembuhakan dari penyakitnya. Karena ingin bangunan yang ia buat bisa digunakan oleh banyak orang, maka atas izin Allah, terciptalah masjid yang diberi nama Oesman Al-Khair ini.
Berikut adalah rincian dana dan tahap pembangunan masjid Oesman Al-khair ini

Rincian pendanaan masjid dan dokumentasi pembangunan

Masjid ini memakan dana sebesar Rp. 25.382.325.172,- yang terdiri dari Hibah Pemda Kab. Kayong Utara, Sumbangan/infak Bapak Oesman Sapta dan Hibah lahan masjid seluas 13.690 M², Sumbangan dari masyarakat Kayong Utara , bantuan dari BUMN (Pertamina, Bank Mandiri, BRI, BNI Telkom, PLN, Semen Indonesia dan PGN) dan bantuan lainnya.

Singkat cerita, beberapa hari sebelum peresmian masjid ini, Saya mengunjunginya kembali dengan membawa handphone dan kamera standart nya hehe.. Alhmdulillah dengan handphone tersebut Saya dapat mengabadikan masjid Oesman Al-khair ini.
Saatnya jeprat jepret 📸

Masjid Oesman Al-Khair dari dekat
Masjid Oesman Al-Khair dibangun diatas permukaan laut dengan sistem panggung
Masjid dan menara didominasi oleh warna putih
View yang luar biasa laut biru sejauh mata memandang.
Ornamen dan ukiran yang keren dan elegan
Toilet dan tempat wudhu yang elegan dan VVIP
Lighting dan penampakan 😅
MasyaAllah.. pemandangan yang luar biasa di bagian dalam masjid
Ukiran khaligrafi yang elegan menghiasi bagian dalam masjid
Halaman depan masjid
Halaman parkir dan taman masjid

Salah satu hal yang paling Saya sukai dari masjid ini adalah ketika keluar masjid atau ketike kita menghadap kedepan, mata kita dimanjakan oleh pemandangan yang sangat indah. Halaman yang sangat luas dan indah dengan background bukit yang membuat hati menjadi tenang.

Demikianlah cerita singkat Saya tentang pengalaman berharga mengunjungi masjid yang luar biasa ini. Semoga dengan begini membuat kita menjadi lebih mengagungkan keberasan Allah SWT dan mempertebal keimanan kita.
Dan semoga Saya bisa lebih banyak mengunjungi masjid – masjid dan momumen lainnya di kemudian hari.

Happy Blogging

About RahmanBatopie, M.gs

Menyadari bahwa hidup ini adalah sebuah perjalanan, membuatku berfikir apakah yang ku miliki saat ini sudah cukup untuk ku bawa hingga tiba di akhir dari perjalanan yang aku sendiri pun tak tau kapan aku berhenti melangkah.

11 comments

  1. Waaah keren ini masjidnya, baru sadar ternyata mengapung diatas permukaan air laut ya?
    Sudah bisa buat shalat idul fitri dong ini? 🙏

    • RahmanBatopie, M.gs

      Iya bang.. Sepertinya sudah bisa bang.. Ini bakalan jadi masjid yang keren

  2. owalah…sudah ganti blog baru tah? Selamat selamat 😊

  3. Arsitekturnya cakep bangeet! Apalagi view yang mengarah ke laut itu, wiihh

    • RahmanBatopie, M.gs

      MasyaAllah indah banget kak…
      Rasanya pengen ambil kursi, secangkir kopi dan laptop.. trus blogwalking . . . pasti seru…

  4. Mesjidnya megah,
    Warnanya cerah,
    Buat hati tergugah,
    Moga jemaahnya penuh berkah,
    Salam santun….

  5. CAKEP LUAR BIASA! Kayak di luar negeri. Mudah-mudahan nanti bagian tanah yang kering itu bisa ditumbuhi rerumputan hias biar makin indah ya 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: