Saturday , 22 September 2018
Home / Keluar Sebentar / Kalimantan / Peresmian Destinasi Wisata Baru, Pantai Pulau Datok

Peresmian Destinasi Wisata Baru, Pantai Pulau Datok

Suka Dana, Oktober 2016 –  Pada kesempatan kali ini, Saya ingin menceritakan pengaman berharga Saya ketika mengunjungi lokasi wisata yang agak jauh dari ibu kota Provinsi. Saya mengunjungi Lokasi wisata baru, tepatnya pada bulan Oktober 2016 kamarin. Ada sebuah lokasi wisata indah yang terletak di tepi laut. Lokasi tersebut terletak di Kecamatan Suka Dana Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat.
Yups… Sekarang Saya berada di pulau Kalimantan, tepatnya Kalimantan Barat, berangkat dari pulau Sumatera pada bulan Agustus 2016 lalu.

Tujuan Saya mengunjungi lokasi wisata ini bukan semata-mata untuk liburan, melainkan untuk bekerja yakni berdagang disana. Layaknya para padagang yang memburu event atau pasar malam. Berkeliling kalimantan barat untuk berjualan di event-event seperti expo, perlombaan antar kabupaten, perayaan hari besar, pasar malam dan lain sebagainya.]

Nah, dikesempatan ini, ada acara yang sangat besar, yakni peresmian suatu destinasi wisata baru yang diresmikan langsung oleh Bapak Presiden kita Joko Widodo.

Kurang lebih satu bulan sebelum event ini dimulai, Kami sudah tiba dilokasi yang pada saat itu masih sepi pengunjung. Yang tampak hanyalah sebuah pantai yang kosong dan beberapa lapangan luas yang nantinya dijadikan lokasi acara peresmian nanti.
Karena masih sepi dan belum ada aktifitas disekitar pantai ini, Saya mengambil beberapa gambar dari handphone dengan kualitas kamera seadanya.

Selfie pertama Saya setiba di pantai Pulau Datok
Pantai yang masih original
Sunset di hari pertama
Alun alun ditepi pantai, lokasi yang nantinya dijadikan tempat duduk para tamu dan atraksi

Ikut bersama kami ada dua orang teman Saya yang ketika tiba di tepi laut, mereka sangat terkejut dan takjub. Kenapa? Karena mereka baru pertama kali melihat penampakan dimana sejauh mata memandang yang terlihat hanyalah air. Kerena mereka tinggal di pedesaan yang sangat jauh dari ibu kota dan belum melihat pantai sebelumnya, membuat mereka bertanya, “ini apa?” hihihi Saya jawab, “ini pantai.”
Didesa mereka, istilah pantai diartike sebagai sungai. Jadi ketika berkata “ayo kita kepantai”, itu artinya “ayo kita kesungai.” hehe

Karena ini kali pertamanya mereka melihat dan mengunjungi pantai, jadi Saya isengin aja. “Kalo sudah bertemu pantai, belum lengkap rasanya jika belum mencicipi air laut”. Mereka menjawab “begitu yaa…?”. Lalu dengan polosnya tanpa ada rasa curiga mereka mengambil air laut itu dengan telapak tangan dan  . . . karena Saya gak tega, Saya bilang aja “eits.. jangan langsung diminum, celupin aja lidah kalian”. Sontak mereka terkejut dan keheranan, lalu berkata “untuk kita belum pake air laut untuk gosok gigi.” Saya hanya bisa tertawa mendengarkan jawaban mereka.
Malam pun datang dan kami pun segera beristirahat yang lokasinya masih disekitar pantai, untuk mempersiapkan diri esok pagi.

Paginya Saya terbangun dan mendapati teman-teman Saya tidak ada di tempat, perasaan Saya mengatakan mereka pasti berada dipantai. Dan benar sekali, dari subuh hari sebelum matahari terbit, mereka sudah berjalan menelusuri pantai. Mereka heran mengapa dipagi hari pantai menjadi surut, dan asiknya lagi, mereka sibuk mencari hewan sejenis kepiting-kepiting kecil yang biasa membuat lubang dipantai. Mereka berkejaran kesana kemari mengejar kepiting tersebut dan menanggapnya lalu dijadikan sup sarapan pagi kami.

Disamping asik menikmati pemandangan pantai dipagi hari, Saya sempatkan untuk mengambil gambar, kan sayang kalo gak diabadikan. Karena Saya gak ingin kehilangan momen berharga dan langka ini. Hanya saja Saya menggunakan kamera Handphone dengan kualitas seadanya namun lumayan lah hehe

Dibalik keindahan dan kedamaian suasana pantai ini, ada sebuah peristiwa nan sangat berharga yang menimpa diri Saya sendiri. Peristiwa yang tidak akan pernah Saya lupakan. Yakni Saya sempat sekarat bahkan hampir menjumpai ajal Saya.
Wah kalo diceritakan disini, kisahnya lumayan panjang dan dramatis. Tapi kalo Sobat penasaran, cerita ini pernah Saya post pada blog lama Saya yang linknya ada disini.

Ini adalah foto Saya dan kedua teman Saya, beberapa jam sebelum peristiwa itu terjadi

Oke, singkat cerita, beberapa hari sebelum hari peresmian destinasi wisata ini diresmikan, persiapan pun mulai tampak dibeberapa titik. Seperti mendirikan panggung utama, mendirikan tenda-tenda penonton dan pengunjung, latihan para peserta atraksi tari dan lain sebagainya setiap sore di alun alun pantai, mendirikan tenda-tenda para Tentara anggatan darat dan laut yang bertugas untuk mengamankan acara, tenda-tenda panitia, tenda kesehatan, WC umum portable, tenta untuk para pedagang dan persiapan lain sebagainya.

Gerbang utama pintu masuk pantai
Para peserta yang sedang latihan di alun alun pantai
Panggung Utama
Tenda pameran, sayangnya Saya lupa untuk mengabadikan momen indah didalamnya
Tenda tamu undangan yang kabarnya datang dari banyak negara
Kapal pesiar yang didak bisa bersandar di pantai karena terhalang palung yang membuat kedalaman laut disekitar pantai menjadi dangkal dan kapan TNI AL yang jaga di sekitar pantai
Aparat yang berjaga disepanjangan jalan utama menuju pantai. Panjagaan bahkan sampai radius puluhan kilomenter, dijaga baik didarat, laut, udara bahkan tengah hutan juga ada.
Kapal pesiar pertama yang berlabuh disini
Mata pencarian masyarakat disini adalah nelayan

Ada hal yang unik menurut Saya disini, yakni dipantai mereka membangun bioskop out door. Bioskop yang bangun dengan sistem panggung ini membuat kita merasakan sensasi yang luar biasa saat menonton diatas genangan air laut ditepi pantai.
Dari awal pembangunan bioskop ini Saya sangat memperhatikannya, bagitu sulitnya panitia membangun bioskop ini. Setiap hari mereka berendam dan bekerja sambil diterjang ombak pantai. Sesekali mereka tidak bekerja lantaran badai hujan yang membuat ombak dan air lain menjadi tidak bersahabat.

Ini adalah penampakan bioskop outdoor tersebut di siang hari

Dan ini dimalam hari dimana film mulai diputarkan dan setiap pengunjung boleh menikmati tanpa dipungut biaya

Dan disela kesibukan kami, Saya mengajak teman-teman untuk menikmati kemeriahan acara peresmian ini. Maka Saya ajak mereka berkeliling dan sesekali mengambil momen untuk diabadikan.

Ada banyak part – part yang sebenarnya ingin Saya cerita kan disini, hanya saja tidak mungkin Saya tuang kedalam satu artikel Saya. Cerita ini akan bersambung dengan part yang berbeda.
Ingin rasanya mengulang kembali hal-hal indah selama Saya berada di pantai ini. Event peresmian ini hanya berjalan beberapa hari saja, tapi Saya disini sebulan lebih, sehingga banyak hal yang Saya alami disini. Saya ingin suatu hari nanti bisa mengunjungi kembali Destinasi ini dan mengenang momen indah didalamnya.

Happy Blogging

About RahmanBatopie, M.gs

Menyadari bahwa hidup ini adalah sebuah perjalanan, membuatku berfikir apakah yang ku miliki saat ini sudah cukup untuk ku bawa hingga tiba di akhir dari perjalanan yang aku sendiri pun tak tau kapan aku berhenti melangkah.

4 comments

  1. alamdulillah wisata baru yang sudah resmi yah, smoga bisa menambah minat wisatawan kesana juga bisa menumbuhkan perekonomian masyarakat sekitar wisata tersebut.

    • RahmanBatopie, M.gs

      Aamiin . . . Ya Rabb . . .
      Terimakasih atas kunjungannya bang 😊

  2. Pantainya para Datuk,
    Buat pengunjung asik,
    Dilihat pun enak,
    Salam dari jauh….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: